Jumat, 11 Februari 2022

Cerita VBAC-ku Bagian 1

Bismillahirrahmanirrahim

Pengalaman yang selalu melibatkan emosi dan perasaan memang sulit untuk dilupakan dan bisa saja dikenang sampai tujuh turunan. Haha. Seperti hal-nya pengalaman vbac-ku ketika melahirkan anak kedua, meski sudah 2 tahun berlalu namun pengalaman ini masih ku ingat dengan sangat baik. 

Dalam dunia kedokteran, vbac seperti masih diangkap melawan 'kodrat' mereka. Saat itu tahun 2019, bisa dikatakan sulitnya mencari nakes yang pro vbac. Saya pun sempat putus asa, ditambah lagi penilaian masyarakat bahkan orang terdekat sekalipun masih saja menampik akan keberhasilan vbac ini. Wallahu'alam untuk saat ini. Karena bukan tanpa alasan mengapa vbac ini sangat tidak disarankan oleh mereka. 

Saya masih merasakan, betapa resah dan dilemanya saat mengambil keputusan itu. Hanya keyakinanlah yang saya miliki saat itu. Tentu saja, keyakinan itu pun tidak dibangun dengan mudah & singkat. Saya benar-benar memaksimalkan ikhtiar terbaik saya. Dan saya menutup telinga dengan ucapan serta keraguan yang mengganggu saya. Saya tidak peduli dan bodo amat. 

Meski keyakinan serta niat itu sudah dimiliki sejak lama, bahkan sesaat setelah melahirkan anak pertama. Saya sudah ber-azam untuk bisa melahirkan normal apabila diberi kesempatan untuk hamil lagi. Karena memang kelahiran anak pertama saya meninggalkan trauma. Ahamdulillah, kesempatan itu diberi walau sejujurnya kehamilan kedua ini tidak direncanakan sebelumnya. 

Masih tidak percaya ketika saya dapati hasil testpack garis dua. Suami masih belum siap. Entahlah, mungkin karena anak pertama kami masih lucu-lucunya dan kasih sayang kami selama ini tercurahkan hanya padanya. Kala itu saya harus benar-benar siap dan mempersiapkan segalanya, bukan hanya fisik tapi juga mental meskipun terasa berat. Dan persiapan saya untuk vbac ini bisa dibilang telat. Pada tri semester pertama kehamilan saya begitu payah. Qodarullah, saya baru memulai proses agar bisa vbac mungkin ketika masuk tri semester dua. Saya mulai mencari-cari apa yang saya butuhkan. Browsing artikel, mengikuti kelas online, ikut komunitas, dll. Alhamdulillah, Allah berikan kesempatan dan kemudahan pada saya untuk mempelajarinya. 

bersambung... 

Tidak ada komentar: