Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillah, bersyukurnya saya diberikan kesempatan untuk mengikuti pekuliahan bunda cekatan di Institut Ibu Profesional. Sudah empat pekan berjalan, dan tahap telur-telur sudah dilewati. Rasa syukur yang tak henti-henti karena dengan mengikuti tahapan ini saya kembali belajar mengenali diri, memahami apa yang menjadi kebutuhan diri. Khususnya di tahap telur ini, yang mana dibagi menjadi beberapa bagian. Tahap telur hijau, telur merah, telur orange dan peta belajar. Saya benar-benar merasa diarahkan untuk lagi-lagi menyelami kedalam diri.
Telur hijau, mengarahkan saya untuk benar-benar dapat memilih kegiatan apa saja yang saya lakukan setiap hari akan tetapi itu menjadi hal yang paling saya sukai dan saya bisa dalam mengerjakannya. Sebelum itu, saya perlu menuliskan kegiatan yang saya lakukan setiap harinya, baik itu yang disukai ataupun tidak. Di telur hijau ini menyadarkan saya untuk memastikan bahwa aktifitas yang disukai itu bukan sekedar aktifitas untuk menjalankan rutinitas semata. Diantara banyaknya rutinitas yang saya kerjakan, akhirnya saya menemukan aktifitas yang benar-benar saya sukai dan saya bisa mengerjakannya. Aktifitas itu antara lain : :

Setelah merincinya, lima kegiatan yang paling saya sukai itu antara lain : olahraga, berkebun, cooking, baking dan menulis. Kelima kegiatan inilah yang saya rasa paling 'saya banget' dan alasan yang paling kuat adalah karena saya senang dan bahagia ketika mengerjakannya. Adanya rasa lapar ketika mencari dan menggalius potensi dalam diri tidak terlepas dari berbagai tantangan. Akan tetapi 'strong why' yang sudah dimiiki akan mendorong kita untuk terus berproses, bertahan dan berkembang layaknya telur yang akan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu. Dan saya memilih untuk berproses dengan bahagia.
Mengapa Olaharga?
Pada dasarnya saya suka bergerak, saya suka aktifitas fisik meski kadang melelahkan tapi ketika berolahraga perasaannya saya menjadi senang. Apapun itu asalkan mudah dan murah, ups! Saya suka senam, power walk, bersepeda, badminton dan tenis meja. Meski tidak semua olahraga itu saya kerjakan, minimal power walk/bersepeda keliling komplek atau senam sendiri selama 10 menit di rumah dengan mengikuti gerakan di youtube, sudah membuat saya ceria dan semangat kembali ketika menjalankan rutinitas.
Berkebun?
Berkebun berhubungan erat dengan alam, pemandangan, keindahan dan banyak lagi yang lainnya. Ada kepuasan tersendiri ketika menanam tanaman apapun di pekarangan kecil depan rumah saya, terlebih tanaman itu merupakan tanaman pangan yang dapat memenuhi kebutuhan dapur saya. Selain menambah hijau pemandangan rumah, berkebun juga dapat menambah kecerian saya.
Baking? Cooking?
Dua hal yang berbeda meski sama-sama dikerjakan di dapur. Sejak kecil mainan saya bersama teman-teman sebaya yaitu main masak-masakan. Saya juga sering melihat dan membantu ibu memasak dan membuat kue, lalu sebelum menikah saya pun mencoba belajar memasak dan membuat kue sendiri, meski saat itu kurang percaya diri, namun ketika dicoba dan disukai teman-teman saya ada kepuasan dan kebahagiaan dalam diri terlebih ketika hasil masakan saya dapa dibagi dan dinikmati orang lain.
Menulis?
Ah, saya agak menyesal baru menyadarinya sekarang. Meski sejak duduk di bangku sekolah saya sering menuliskan apapun kejadian yang saya dapatkan, dan buku-buku baik fiksi/non fiksi yang saya baca saat itu membuat saya ingin juga seperti mereka bisa membuat karya. Ah, rasanya keren buat saya. Saat itu keinginan untuk menjadi penulis sudah ada, sayangnya saya tidak menyadari serta tidak menekuninya karena saat itu saya belum tahu caranya. Alhamdulillah, saat ini saya merasa jalan itu sudah terlihat di depan mata. Saya hanya harus fokus dan bersungguh-sungguh untuk mencapainya. Harapan saya, biidznillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar