Sabtu, 19 Februari 2022

#Buncek3 Pekan 4. Jurnal Main Ulat - Keranjang Apel


Bismillahirrohmanirrohim

Pekan 4 jurnal main ulat semakin menantang dan menggemaskan. Para ulat yang sudah berkumpul di bawah pohon apel bersama-sama menyajikan serta menyantap berbagai sajian yang menggoda. Rasanya ingin dicicipi semua namun hanya 4 keranjang saja yang harus ulat kantongi sesuai dengan peta belajar sebelumnya. Alhamdulillah banyak sekali sajian yang cukup membuat saya kenyang pada pekan ini. Sajian yang saya dapatkan ini diantaranya :



A. Membuat Starter Sourdough Oleh Rohmah Rahmawati dari Keluarga Memasak : Baking.

Yang pertama saya melahap sajian yang disampaikan oleh Mba Rohmah Rahmawati tentang Membuat Starter Sourdough. 

Dikutip dari laman kompas.com tentang sourdough adalah roti yang proses fermentasinya melibatkan ragi alami, bukan ragi instan kemasa yang biasa kamu temukan di supermarket atau pasar.  “Sourdough itu sendiri terbuat dari tepung dan air yang didiamkan selama jangka waktu tertentu untuk berfermentasi,” kata Chef Patissier, Risa Andithia ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (2/10/2020).

Sourdough ini sudah dipakai sejak zaman dahulu sebelum adanya ragi instan seperti saat ini. Bahkan sourdough sudah terkenal di San Francisco sejak tahun 1894.

Beberapa alasan mengapa sourdough masih dipakai ialah :
1. Roti yang dihasilkan lebih kaya rasa dan flavor
2. Lebih baik untuk yang memiliki gluten sensitivity
3. Lebih mudah untuk dicerna
4. Lebih bergizi dibandingkan roti biang
5. Mengandung asal hasil fermentasi bakteri Lactobacillus yang baik untuk pencernaan
5. Salah satu probiotik yang baik untuk tubuh
6. Roti yang dihasilkan lebih awet dan tidak mudah jamuran sehingga tidak perlu pakai bahan pengawet
7. Roti punya GI (Glikemik Index) yang rendah sehingga lebih sehat

Perbedaan Sourdough vs Yeast :
Sourdough memiliki mikroorganisme yang ada serta beranekaragam, terdapat bakeri LAB (lactobacillus), daya mengembang lambat, hasil bervariasi (tergantung banyak faktor). Sedangkan untuk Yeast/Ragi Instan memiliki mikroorganisme sejenis, tidak mengandung bakteri lactobacillus, daya mengembang cepat dan hasil konsisten.

Cara Membuat Starter Sourdough :
Bahan yang diperlukan yaitu : terigu, air dan sari nanas (jus/air perasan nanas segar)

Alat yang disiapkan : timbangan, mangkuk, spatula/sendok, toples kaca/gelas jar dengan tutup

Proses/cara olah terdiri dari beberapa langkah :
Hari Pertama :
Bahan terdiri dari 20gram terigu dan 20 gram sari nanas
Cara membuat : Campurkan semua bahan hingga rata. Simpan di toples (tutup longgar) dan biarkan fermentasi di suhu ruang selama 24 jam.

Hari Kedua :
Bahan : Semua adonan hari pertama, 20gram terigu dan 20gram air suhu ruang
Cara membuat : Campurkan semua bahan hingga rata. Simpan di toples (tutup longgar) dan biarkan fermentasi di suhu ruang selama 24 jam.

Hari ketiga :
Bahan : 20 gram adonan hari kedua (buang sisanya/kumpulkan), 20 gram terigu dan 20 gram air suhu ruang.
Cara membuat : Campurkan semua bahan hingga rata. Simpan di toples (tutup longgar0 dan biarkan fermentasi di suhu ruang selama 24 jam.

Note : Jika adonan hari ketiga telah mengembang, maka feeding 2x sehari. Jika belum mengembang maka lanjutkan fermentasi hingga 24 jam.

Hari keempat :
Bahan : 20 gram adonan hari ketiga (buang sisanya/kumpulkan), 20 gram terigu dan 20 gram air suhu ruang.
Cara membuat : Campurkan semua bahan hingga rata. Simpan di toples (tutup longgar) dan biarkan fermentasi di suhu ruang selama 1 jam lalu feeding (ulangi langkah hari keempat) dan simpan kembali fermentasi 12 jam.

Hari kelima :
Bahan 20 gram adonan hari ke-empat (buang sisanya/kumpulkan), 20 gram terigu, 20 gram air suhu ruang.
Cara membuat : Campurkan semua bahan hingga rata. Simpan di toples (tutup longgar) dan biarkan fermentasi di suhu ruang selama 1 jam lalu feeding (ulangi langkah hari keempat) dan simpan kembali fermentasi 12 jam.

Hari ke-enam :
Bahan 20 gram adonan hari ke-lima (buang sisanya/kumpulkan), 20 gram terigu, 20 gram air suhu ruang.
Cara membuat : Campurkan semua bahan hingga rata. Simpan di toples (tutup longgar) dan biarkan fermentasi di suhu ruang selama 1 jam lalu feeding (ulangi langkah hari keempat) dan simpan kembali fermentasi 12 jam.

Hari ke-tujuh :
Bahan 20 gram adonan hari ke-enam (buang sisanya/kumpulkan), 20 gram terigu, 20 gram air suhu ruang.
Cara membuat : Campurkan semua bahan hingga rata. Simpan di toples (tutup longgar) dan biarkan fermentasi di suhu ruang selama 1 jam lalu feeding (ulangi langkah hari keempat) dan simpan kembali fermentasi 12 jam.

Hari ke-delapan (starter mature)
Pada hari ini sourdough sudah mature tetapi belum cukup kuat untuk dipakai dalam adonan roti. Untuk itu tetap lanjutkan proses feeding 2-3 kali sehari hingga hari ke-empat belas.

Ciri-ciri starter mature (tua) dan siap dipakai adalah starter mampu mengembang 2x lipat (terlihat posisi naik double dari posisi semula) dalam waktu 6-12 jam masa fermentasi. Jika starter belum akan dipakai untuk membuat roti, bisa disimpan di kulkas (tutup longgar) dan keluarkan untuk feeding setidaknya 2-3 hari berikutnya secara rutin agar starter siap untuk bekerja. Dapat pula disimpan 1-2 pekan di kulkas dan dikeluarkan untuk feeding sebelum dipakai untuk membuat roti. Jika disimpan di suhu ruangan maka harus diberikan feeding rutin 2-3 kali sehari.


B. Belajar Makan Sehat Ala Diet Microbiame Oleh Ervinda Yuliatin Dari Keluarga Self Care.

Sajian ini sangat pas ketika saya santap karena sesuai dengan peta belajar yang saya butuhkan. Mba Er banyak menjelaskan bakteri-bakteri yang ada di sekitar kita terutama yang paling dekat yaitu tubuh kita sendiri khususnya di dalam usus. Di dalam usus terdapat banyak bakteri baik jahat ataupun baik yang kualitas serta kuantitasnya tergantung pada nutrisi atau asupan makanan yang kita konsumsi. Adapun poin-poin penjelasannya sebagai berikut :
1. Usus tempat terbanyak bakteri baik
2. Makan beragam makanan agar bakteri baik bermunculan, jika hanya makan satu jenis bakteri baik akan saling menghancurkan
3. Makan minimal 30 jenis sayuran warna warni
4. Makan sesuai isi piring ku
5. Makan yg mengandung probiotik dan prebiotik (ex. Yogurt)
6. Beri waktu usus kita untuk bekerja menghasilkan bakteri baik, jadi jangan makan sebelum mau tidur
7. Menghindari makanan yg di proses. Baiknya seperti makan lalapan yg sedikit proses
8. Rempah2an berisi polifenol
9 olahraga & berjemur matahari untuk mendapatkan Vit D



C. Nge-Food Prep Ala Ibu Cermat yang disampaikan oleh Puspa Larasati dari Keluarga Memasak : Food Preparation.

Food Preparation sendiri yaitu teknik menyimpan makanan/mengolah makanan untuk disimpan selama waktu/periode tertentu. Selain membantu membuat bahan makanan lebih tahan lama, foodprep juga dapat menghemat dari sisi anggaran dan waktu. Empat tahapan food preparation yaitu :

1. Persiapan, seperti : membuat strong why agar konsisten menjalankannya, membuat database/menu makanan yaitu bahan/masakan apa yang akan dibuat serta diolah, membuat mealplan yaitu membuat menu yang akan dihidangkan selama 7 atau 10 hari kedepan.

2. Pelaksanaan, seperti : menyiapkan wadah/food container yang food grade, pastikan bahan makanan kering sebelum wask food container, bisa dicuci terlebih dahulu kemudian di lap dan dipotong-potong. Dan pilih atau klasifikasikan bahan makanan sesuai dengan ketahanan/jangka waktu simpannya serta menyiapkan bumbu dasar.

3. Pemantauan, dapat dilakukan dengan mengecek setiap 2 atau 3 hari sekali untuk memastikan bahan makanan masih dalam kondisi segar. 

4. Pengolahan, yaitu : dengan menyiapkan metode masak yang akan dipilih untuk pengolahannya, karena setiap proses pengolahan menyebabkan penurunan nilai gizi terhadap makanan itu sendiri. Pastikan tidak over heat atau over cooked dan hindari makanan yang dipanaskan berkali-kali.


D. Mengambil Alih Dapur untuk Pabrik Makanan Sehat Keluarga yang disampaikan oleh Rizqa Febriliany Putri dari Keluarga Memasak - Healthy Cooking 1B

Apa yang disampaikan oleh Mba Rizqa ini buat saya sangat menarik. Ilmu yang diambil merupakan hasil dari kursus online yang diselenggarakan oleh Udemi. Tema ini juga berkaitan dengan nutrisi yang mana menjadi faktor utama penentu kesehatan seseorang. Beberapa penyakit kronis yang tidak menular seperti jantung, diabetes, kanker disebabkan dari makanan yang dikonsumsi seperti gula, junk food, dan konsumsi kalori yang berlebihan.

Beberapa tips agar konsisten untuk membuat kebiasaan dalam menyajikan makan sehat diantaranya :

1. Mendesign makanan seperti halnya mealplan yaitu dengan menghitung kalori yang dibutuhkan sesuai dengan rekomendasi para ahli, bisa mengikuti pedoman gizi seimbang dari kemenkes. Mendesign juga dapat dilakukan dengan memvariasikan berbagai jenis makan yang beragam, baik itu sayuran, buah-buahan, biji-bijian, ikan, daging, dll. Jika hendak mengkonsumsi bahan makanan olahan cepat saji pastikan rendah gula, rendah garam dan rendah lemak.

Garam tidak boleh dikonsumsi lebih dari 4 sdm, gula tidak boleh melebihi 4 sdm dan lemak tidak boleh lebih dari 5 sdm dalam sehari.

2. Menyiapkan peralatan masak seperti rice cooker, toples/jar untuk menyimpan kacang-kacangan, timbangan, sendok takar, gelas ukur, pisau, talenan, gunting, food container, pan/panci/teflon anti lengket.

3. Mengalokasikan waktu misalnya 3-6 bulan sekali untuk menyetok sumber protein dari kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau, kacang mete, kacang polong, dll. Biji-bijian seperti beras merah, beras cokelat, beras hitam, dll. Setiap 1-2 minggu sekali menyetok protein hewani seperti ayam, ikan, daging, juga tempe dan tahu. Untuk buah-buahan bisa dibeli seminggu sekali. Dan setiap 3-4 hari sekali seperti telur dan kacang-kacangan bisa direbus lalu disimpan ke dalam kulkas.



Pada makananku pekan ini, saya melahap sajian tentang Tips Hidup Sehat Dengan Islam yang disampaikan secara singkat namun bermakna oleh Ustadz Badrussalam, Lc. Beliau menegaskan bahwa islam sudah jauh sejak lama telah mengatur serta mengajarkan lewat Rosulullah Sholallahu A'laihi Wassalam tentang bagaimana pola hidup yang sehat. 

Ustadz Badrusalam juga berkata: “ Siapa saja yang mengikuti dan mempelajari sunah Nabi, ia akan mendapatkan kaidah-kaidah kesehatan.” Berikut ini penjelasan Ustadz Badrusalam tentang kaidah kesehatan yang diajarkan oleh Nabi muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

1. Dalam cara makan, sebagaimana ada di dalam Al-Qur'an yang artinya : “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31). Makan hanya cukup untuk sekedar menegakkan tulang punggung. Sementara makan yang berlebihan akan menimbulkan berbagai macam penyakit.

2. Dalam tidur, islam juga telah mengatur tidur yang paling sempurna sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rosulullah Sholallahu A'laihi Wassalam yaitu tidur ketika di awal waktu malam. Karena tidur terlarut malam akan menganggu organ-organ tubuh. Terutama jantung. Nabi juga tidak suka tidur sebelum Isya, tidak suka berbincang setelah Isya. Selain itu Rosulullah Sholallahu A'laihi Wassalam juga juga tidur di atas rusuk yang kanan karena tidur di atas rusuk yang kiri dapat membuat berat beban jantung sehingga bisa merusak kerja organ jantung.

Al-Iman Ibnu qoyyim Rahimahullah dalam kitabnya tentang pokok-pokok kesehatan pada tubuh manusia ada 3 poros, dan itu ditunjukkan oleh Al-Qur'an dan hadist. Diantaranya yaitu :

1. Menjaga Stamina.

2. Tidak mengkonsumsi makanan yg rusak tubuh dari tubuh, seperti haramnya arak, babi, dll.

3. Berusaha mengeluarkan unsur-unsur yang merusak tubuh, seperti berbekam dan muntah.

Selain itu, Ustadz Badrussalam, Lc juga mengingatkan untuk menjaga dari penyakit hati. Seperti menjauhkan dari marah, kesedihan yang berlebihan, berusaha selalu sabar, dll.



Tidak ada komentar: