Jumat, 18 Februari 2022

Dream High


Bismillahirrahmanirrahim

Waktu kecil sering ditanya, "Kamu cita-citanya apa? Kalo sudah besar mau jadi apa?" Terus jadi flashback menelusuri lagi, dulu mimpiin apa aja. Kok berasa abstrak gitu ya. Kayak ada rasa nyesel, karena ngejawabnya sering gak jelas. Pernah pengen berada di dunia pendidikan, tp gak bener-bener pengen ngajar atau jadi seorang guru. Pengen jadi dokter tapi ngerasa kejauhan. Pengen bisa ngejahit bikin baju ala designer tapi gak ngerti mulai darimana. Abis itu pengen jalan-jalan ke seluruh wilayah Indonesia, minimal tiap pulaunya lah. Terus pengen jalan-jalan ke luar negeri. Yah paling gak, negara asia tenggara dulu deh. Waktu itu, sering banget ngeralat tiap mimpi yang terbesit di dalam pikiran dan hati. Terus sekarang jadi mikir, kenapa mesti diralat ya? Kok ya kesannya mengucilkan pikiran, gak percaya sama diri sendiri dan keajaiban ilahi. Ataukah itu sebatas mengukur keterbatasan pada diri. 

Makanya dibilang nyesel, padahal saat itu bisa dibilang ngayal doang dan gak ngerti gimana cara ngewujudinnya, alhamdulillahnya ada yang udah sampe sana. Udah ngerasain yang dimimpiin itu. Terus jadi mikir, kok bisa ya? Alhamdulillah, Allah maha baik emang. Maha kaya, maha kuasa. Bahkan, banyak pula nikmat yang udah Allah kasih sebelum saya mimpiin itu. Gara-gara itu saya jadi pengen mulai bermimpi lagi dan gak mau setengah-setengah ngelakuinnya walaupun masih gak ngerti juga gimana mulainya. Harapannya sih ya biar yang dicapai itu udah yang paling tinggi, yang paling bagus,yang terbaik dah. Hehe. Tapi tetep harus realistis juga ya biar gak gila. Naudzubillah deh ya. Soal hasil wajib diserahkan pada yang maha kuasa, gantungkan sepenuhnya pada Dia. Bukan pada pikiran atau impian kita. 

Belakang saya mulai paham sedikit soal impian ini yang ternyata ada hubungannya dengan pikiran, perasaan dan bawah alam sadar. Masya Allah tabarokallah, ternyata ada penelitian ilmiahnya. Ya seperti afirmasi atau sugesti positif yang bila dilakukan dengan cara yang benar maka akan tertanam pada pikiran bawah sadar. Energi pada pikiran bawah sadar itu seperti menuntun diri dan menarik lingkungan disekitar kita pada apa yang kita impikan/afirmasikan itu. Ditambah lagi bila digabungkan dengan perasaan/hati yang positif juga yang hasilnya akan lebih sempurna. Tentu atas izin Allah ta'ala. Tidak apalah ya meski usia semakin menua, tidak menghalangi kita untuk mencapai suatu impian karena itu bisa memacu diri untuk terus berjuang menjalani kehidupan. Bukankah untuk mendapatkan syurga itu juga butuh perjuangan? Ada ungkapan yang sering didengar untuk bermimpi setinggi langit. Bisa jadi maksudnya ini supaya impian kita gak cuma di bumi alias urusan duniawi aja tapi juga sampe langit alias akhirat. Insya Allah dengan kehendak-Nya impian itu diberikan kemudahan serta jalan dalam menggapainya. 

"Kalau bermimpi saja engkau terlalu takut, bagaimana mimpimu dapat kau peluk?"

"Bermimpilah untuk kebahagiaan yang abadi, yang ketika engkau mencapainya tak akan ada lagi penyesalan pada diri. Yaitu ketika di akhirat nanti, ditempatkan di syurga-Nya bersama orang-orang yang dicintai. Aamiin ya robbal'alamiin" -- @zhieureka

#remindself #celotehku

Tidak ada komentar: