Kamis, 17 Februari 2022

Self Love Versiku



Bismillahirrahmanirrahim

Orang bilang cinta itu indah, fitrah dan anugerah. Mencintai dan dicintai menjadi hal yang membahagiakan bagi siapa saja yang merasakannya. Terlebih ketika saling mencintai, tentu hidup terasa begitu sempurna. Namun sebelum melewati itu semua, mencintai diri sendiri menjadi hal utama yang perlu diperhatikan sebelum mencintai orang lain. Mencintai diri sendiri memiliki makna mengenal dan memahami diri lebih dalam, menerimanya serta mensyukurinya. Sesederhana itu saya memaknainya. 

Terus terang, kata self love ini memang sudah sering didengar. Hanya saja, saya baru benar-benar paham maksudnya. Sebagai manusia yang normalnya sering berubah-ubah, terutama sebagai wanita yang memang dominan sekali perasaannya di setiap aktivitas dan kondisinya. Ada kalanya senang, ada kalanya bosan, lelah, sedih, marah sampai bahkan mau menyerah. Apalagi semenjak menyandang status istri dan memilih karir sebagai ibu rumah tangga. Perjalanan hidup rasanya seperti sedang menaiki rollercoaster saja.

Saat itulah saya menyadari, bahwa ada yang salah dan kesalahan pertama itu ternyata ada dalam diri saya sendiri. Ketika saya peduli dengan lingkungan dan orang di sekitar saya, dengan alasan bahwa saya mencintai mereka atau menginginkan kebaikan untuk mereka, namun ternyata bahasa cinta saya tidak sampai dan yang saya dapatkan adalah sebaliknya. Akhirnya proses mencintai itu menjadi beban dan saya malah tidak bahagia. Disitulah saya mengubahnya untuk membuat bahagia dan mencintai diri sayaq terlebih dahulu sebelum orang lain. Karena hati dan perasaan kita yang senang dan bahagia akan terpancar dan menular pada orang di sekitar kita. 

Dengan begitu saya pun dapat belajar memahami diri saya seutuhnya. Apa yang disukai dan yang tidak saya sukai, yang dibutuhkan dan apa yang akan saya perjuangkan. Dengan mengenal diri, kita dapat membuat batasan. Sehingga segala sesuatu tidak harus berjalan sempurna dengan pikiran ataupun tuntutan luar. Mengetahui batasan diri, membuat saya lebih jujur dan berani dalam setiap tindakan. Karena sudah tak lagi dipusingkan dengan penilaian orang. Saya lah yang tahu siapa dan mau kemana saya. 

Dengan mengenal diri, pada akhirnya saya mengerti dan mulai menerima diri ini. Bahwa apa yang sudah saya miliki adalah rezeki dan karunia dari Allah ta'ala, lengkap dengan kesempurnaan beserta kekurangannya. Semua yang telah Allah ta'ala beri dan limpahkan kepada saya memiliki begitu banyak hikmah. Dan saya sungguh amat merugi jika tidak mensyukurinya. Untuk kedepannya semoga saya dan para ibu yang berjuang untuk cinta serta kebahagiaan bersama, diberikan kesadaraan, kemudahaan serta keistiqomahan dalam mencapainya. Amiin ya robbal'alamiin. 

"Sehat raga itu memang penting, tapi sehat jiwa juga penting dan jiwa itu letaknya di hati/qolbu. Maka yang utama ialah peduli pada hatimu. Itulah tandanya kamu mencintai dirimu" -- @zhueureka


#TemaTantanganMenulisKLIP  #TemaTantanganMenulisKLIP2022  #programKLIP2022  #KelasLiterasiIbuProfesional  #ibuprofesional2022  #ibuprofesionalforindonesia  #semestakaryauntukindonesia  #womenincooLABoration  #IP4ID2022  #KLIP2022MengantarCahaya


Tidak ada komentar: